01 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 7 kali

Menyiapkan Arsitek Masa Depan: Arsitektur Unkhair Hadirkan Ketua APTARI dalam Workshop Kurikulum

Menyiapkan Arsitek Masa Depan: Arsitektur Unkhair Hadirkan Ketua APTARI dalam Workshop Kurikulum

Ternate, 29 Agustus 2026 — Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Khairun terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pelaksanaan Workshop dan Review Kurikulum Program Studi Arsitektur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmadji, S.T., M.T., IAI., IPM., sebagai narasumber utama. Selain itu, juga dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan III Fakultas Teknik, dan para stakeholder, IAI, Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, Balai Perumahan, para kontraktor dan konsultan dari PT. WSBP dan PT. Arci Pratama.

Workshop menjadi momentum penting bagi Program Studi Arsitektur Unkhair untuk meninjau kembali kurikulum yang berjalan sekaligus memperoleh masukan langsung dari perspektif nasional mengenai arah perkembangan pendidikan arsitektur.

Kurikulum Harus Bergerak Mengikuti Perubahan

Perkembangan teknologi, transformasi dunia kerja, isu keberlanjutan, serta semakin kompleksnya persoalan lingkungan binaan menuntut pendidikan arsitektur untuk terus beradaptasi.

Melalui workshop ini, Program Studi Arsitektur Unkhair melakukan evaluasi terhadap kurikulum agar proses pembelajaran tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga tetap relevan dengan kebutuhan profesi dan tantangan masa depan.

Kehadiran Ketua APTARI memberikan nilai penting dalam proses review tersebut. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi referensi bagi program studi dalam melihat posisi kurikulum Arsitektur Unkhair dalam konteks pendidikan arsitektur di Indonesia, termasuk penguatan kompetensi lulusan dan kesinambungan pembelajaran studio.

Memperkuat Identitas Arsitektur Unkhair

Workshop ini juga menjadi ruang untuk melihat kembali karakter dan kekhasan Program Studi Arsitektur Universitas Khairun.

Ternate dan Maluku Utara memiliki karakter wilayah kepulauan, pesisir, iklim tropis, budaya lokal, sejarah, serta dinamika perkotaan yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan pembelajaran dan penelitian arsitektur.

Kekhasan tersebut diharapkan dapat semakin terintegrasi dalam kurikulum sehingga lulusan Arsitektur Unkhair tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan arsitektur nasional, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap karakter lingkungan dan persoalan wilayah tempat mereka berada.

Dari Review Menuju Kurikulum yang Lebih Relevan

Hasil workshop selanjutnya akan menjadi bahan bagi tim revisi kurikulum dan dosen Program Studi Arsitektur untuk melakukan penyempurnaan terhadap struktur mata kuliah, capaian pembelajaran, keterkaitan antarsemester, metode pembelajaran, serta penguatan kompetensi mahasiswa.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi diarahkan pada perbaikan nyata terhadap proses pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa.

Melalui Workshop dan Review Kurikulum 2026, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Khairun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan.

Sebab bagi Arsitektur Unkhair, merancang kurikulum berarti merancang perjalanan belajar mahasiswa sekaligus menyiapkan generasi arsitek yang mampu menjawab tantangan masa depan.